Breaking News
Loading...

Cara Mengatasi Sibuah Hati Saat Demam




Seiring dengan perkembangan usia, maka berkembang pula kemampuan motorik serta rasa ingin tahu anak. Namun, perkembangan motorik serta rasa ingin tahu yang besar ini kerap mendekatkan si kecil dengan berbagai risiko, termasuk bahaya yang tidak disadari.

Sejalan dengan data Riset Kementerian Kesehatan 2013, sekitar 36,5% kecelakaan kecil terjadi di rumah dan 5,4% terjadi di sekolah. Beberapa insiden umum yang terjadi pada anak, di antaranya luka terbuka atau memar akibat jatuh, luka bakar ringan, tersengat listrik, tersedak, keracunan makanan, mimisan, dan demam.

Demam merupakan keluhan yang paling umum terjadi ketika orang tua berkonsultasi ke dokter. Berdasarkan data yang dilansir oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDAI), sekitar 30% total kunjungan konsultasi merupakan keluhan demam. “Maka itu, penting bagi orang tua serta berbagai pihak yang berada dekat dengan anak untuk memahami upaya pertolongan pertama bagi anak, isi serta kegunaan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) termasuk pertolongan pertama ketika anak demam,” kata Bayu Isnawan selaku Marketing Manager Hansaplast Indonesia.

Kebanyakan orang tua panik ketika mengetahui sang anak terkena demam. Padahal, demam bukanlah penyakit utama melainkan reaksi alami tubuh terhadap suatu penyakit atau pertanda bahwa tubuh melakukan perlawanan terhadap infeksi. Untuk memastikan anak demam, orang tua perlu mengukur suhu tubuh anak terlebih dahulu.

Karena anak dikategorikan demam bila suhu badan anak telah melebihi 37,5 derajat Celsius. Nah, mengompres merupakan salah satu upaya untuk meredakan demam yang biasa dilakukan orang tua. Namun, orang tua juga harus paham bahwa anak perlu merasa nyaman agar si kecil dapat beristirahat dengan maksimal sehingga proses penyembuhan berjalan cepat.

Banyak pilihan yang biasa digunakan untuk mengompres ketika si kecil demam. Mulai dari air hangat, dingin, hingga alkohol. Koordinator Instalasi Gawat Darurat Brawijaya Childern and Women Hospital dr Dita Elvina mengatakan, air hangat merupakan pilihan yang tepat untuk mengompres sekaligus menurunkan demam. “Letakkan kompres di lipatan ketiak dan lipatan selangkangan.

Bisa juga di bagian punggung karena bagian itu yang paling luas paparannya,” kata Dita dalam diskusi Membekali Diri dan Menyiapkan Kotak P3K di Rumah yang digelar oleh Hansaplast bagian dari produk Beiersdorf Indonesia. Air hangat akan membuat pembuluh darah melebar sehingga pori-pori kulit akan terbuka dan membuat panas yang terperangkap dalam tubuh bisa menguap keluar.

Untuk bagian punggung, bisa digosokgosokkan dengan kompres air hangat. Biarkan selama kurang lebih 15 menit, setelah itu lakukan lagi. Hal ini bisa dilakukan dengan memberi jarak selama satu jam setengah, menggunakan lap yang dicelup ke dalam air hangat. Sebaliknya, air dingin yang biasa digunakan untuk mengompres atau bahkan es, justru tidak direkomendasikan oleh IDAI.

Air dingin malah dapat membuat pori-pori menjadi mengecil sehingga panas dalam tubuh tidak dapat menguap dan keluar dari tubuh. Kompres air dingin pada anak juga bisa meningkatkan laju aliran darah pada hipotalamus di otak. Hipotalamus ini merupakan bagian otak yang bisa mengatur suhu pada tubuh.

Seiring bertambahnya usia, kondisi hipotalamus akan berkurang fungsinya. “Kalau hipotalamus tidak bekerja, tidak akan memberikan reaksi terhadap penurunan suhu tubuh,” ucap Dita. Adapun mengompres menggunakan alkohol akan membawa dampak buruk bagi kesehatan anak. Umumnya alkohol yang digunakan memiliki kadar 70%. Jika alkohol ini terhirup, anak-anak justru dapat lemas dan bahkan kehilangan kesadaran.

Memang, alkohol dapat membantu menyerap panas dan membantu penguapan panas dalam tubuh. Namun, penggunaannya untuk menurunkan panas tidak tepat karena bisa menurunkan kadar gula dalam darah. Memahami pentingnya perlindungan keluarga Indonesia di lingkungan rumah, PT Beiersdorf Indonesia menyosialisasikan pertolongan pertama pada kecelakaan dengan anjuran untuk melengkapi kotak P3K di rumah, termasuk dengan plester kompres demam.

Hansaplast meluncurkan kompres demam dengan teknologi advanced hydro-gelyang memberikan kesejukan serta mengandung relaxing aromatics complex lavenderdan eucalyptus oil. Sementara demi proses penyembuhan yang optimal, hendaknya ketika anak demam istirahatkan dia dari berbagai macam aktivitas.

Dokter Dita juga mengingatkan orang tua agar tidak khawatir berlebihan dan langsung kedokter.“Tunggu hingga tiga hari. Jika setelah tiga hari panasnya tidak juga turun, segera kedokter,” tutupnya.

Sumber Dari SindoNews

Maket TokoPedia

Market Bukalapak

 
Toggle Footer